AMANAT PEMBINA UPACARA
Pembina Upacara Novi Efendi,S.Pd,.M.kom
ketua yayasan pendidikan Nurul ummah Tigo jangko
Tema: Bermimpi Besar, Berakhlak Mulia, dan Menjadi Generasi Qurani yang Mengubah Dunia
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil 'alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat kesehatan, dan kesempatan sehingga pagi ini kita dapat mengikuti upacara dengan penuh semangat.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang masa.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan, serta anak-anakku yang Bapak banggakan.
Anak-anakku...
Coba angkat tangan, siapa yang ingin menjadi dokter?
Siapa yang ingin menjadi guru?
Siapa yang ingin menjadi polisi, tentara, pengusaha, hafiz Al-Qur'an, atau bahkan menjadi pemimpin bangsa?
Luar biasa...
Sekarang Bapak ingin bertanya lagi. Menurut kalian, apakah orang yang sukses itu lahir langsung menjadi hebat?
Tidak.
Semua orang hebat memulai dari langkah kecil. Mereka pernah belajar membaca, pernah salah, pernah gagal, bahkan pernah menangis. Tetapi mereka tidak berhenti. Mereka terus belajar, terus berusaha, dan terus berdoa.
Anak-anakku,
Hari ini Bapak ingin mengajak kalian mengingat tiga kata penting.
Pertama, Berani Bermimpi.
Jangan pernah takut mempunyai cita-cita yang tinggi. Kalau hari ini kalian belajar dengan sungguh-sungguh, siapa tahu beberapa tahun lagi ada yang menjadi dokter yang menyembuhkan banyak orang, guru yang mencerdaskan bangsa, ilmuwan yang menemukan teknologi baru, atau ulama yang membimbing umat.
Namun ingat, cita-cita tidak cukup hanya diucapkan. Cita-cita harus diperjuangkan.
Setiap pagi datang tepat waktu.
Setiap hari mengerjakan tugas.
Setiap malam belajar.
Setiap waktu menjaga salat.
Dan setiap kesempatan membaca Al-Qur'an.
Itulah jalan menuju impian.
Kedua, Berakhlak Mulia.
Di SDIT Nurul Ummah, kita tidak hanya ingin memiliki siswa yang pintar. Kita ingin memiliki siswa yang jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati guru serta orang tua.
Apa gunanya nilai 100 kalau masih suka berbohong?
Apa gunanya juara kelas kalau suka mengejek teman?
Apa gunanya pintar kalau tidak mau membantu orang lain?
Karena sesungguhnya orang yang paling mulia adalah yang paling baik akhlaknya.
Mulai hari ini mari biasakan tiga kata sederhana:
Tolong. Maaf. Terima kasih.
Tiga kata ini sederhana, tetapi mampu membuat sekolah menjadi tempat yang nyaman dan penuh kasih sayang.
Ketiga, Menjadi Generasi Qurani.
Sekolah kita memiliki semboyan:
"Qurani, Berakhlak, dan Berprestasi."
Artinya apa?
Al-Qur'an menjadi pedoman hidup kita.
Akhlak menjadi perhiasan diri kita.
Prestasi menjadi bukti usaha kita.
Kalau setiap hari kita membaca Al-Qur'an, menjaga salat, menghormati orang tua, menghargai guru, dan rajin belajar, insya Allah Allah SWT akan memudahkan jalan hidup kita.
Anak-anakku,
Bapak ingin mengajak kalian membuat sebuah janji pagi ini.
Ikuti kalimat Bapak.
Saya adalah siswa SDIT Nurul Ummah Tigo Jangko.
Saya akan rajin belajar.
Saya akan menjaga salat.
Saya akan membaca Al-Qur'an setiap hari.
Saya akan menghormati guru dan orang tua.
Saya akan menjaga nama baik sekolah.
Saya siap menjadi generasi Qurani, berakhlak, dan berprestasi.
Luar biasa...
Terakhir, ingatlah bahwa sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat menempa karakter. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin.
Mari datang ke sekolah dengan senyum, belajar dengan semangat, beribadah dengan ikhlas, berteman dengan baik, dan pulang membawa ilmu serta akhlak yang mulia.
Semoga dari lapangan ini kelak lahir para pemimpin, ulama, ilmuwan, dokter, guru, pengusaha, dan hafiz Al-Qur'an yang membanggakan orang tua, sekolah, agama, dan bangsa.
Semoga Allah SWT memberkahi langkah kita semua.
Wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.